Ini Upaya KP-SPAMS Desa Kuo Cegah Penyebaran Covid-19 di Desanya

  • Whatsapp

Mamuju Tengah – Penyebaran Covid-19 di wilayah Kabupaten Mamuju Tengah (Mateng) cukup tinggi dibandingkan Kabupaten lain yang ada di Sulawesi Barat (Sulbar). Hingga hari ini per 30 April 2020 total sudah ada sebanyak 29 orang yang terkonfirmasi Positif berdasarkan hasil tes Swab.

Ke-29 pasien Positif tersebut semua berasal dari Desa Pontanakayyang Kecamatan Budong-Budong Kabupaten Mateng. Dengan demikian status Kabupaten Mateng kini telah menjadi zona merah dan mengharuskan setiap Desa untuk mendirikan Posko Pencegahan Covid-19 di Pintu masuk Desa masing-masing.

Read More

Di Desa Kuo sendiri saat ini telah ada satu pasien yang berdasarkan hasil Rapid Test dinyatakan positif dan telah diisolasi di PKM Salogatta sebagai tempat karantina pasien Covid-19 di Kabupaten Mateng. Diketahui pasien tersebut adalah seorang Mahasiswa dan memilik riwayat perjalanan DKI Jakarta dan Gowa (Sulsel).

Didalam kondisi ketidakpastian tersebut, salah satu pencegahan yang Pemerintah tawarkan adalah rutin mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir. Hal tersebut yang mendorong Kelompok Pengelola Sistem Penyediaan Air Minum Sanitasi (KP-SPAMS) Desa Kuo untuk memfasilitasi ketersediaan air untuk cuci tangan di Posko Covid-19 Desa.

Dalam kesempatan tersebut, Saipul Anwar, Amd., Kep. selaku Bendahara KP-SPAM menyampaikan bahwa sebelumnya relawan Covid-19 Desa Kuo mengaku kesulitan mendapat pasokan Air bersih untuk disediakan di Posko dan air yang tersedia juga sangat terbatas.

“Merespon hal tersebut, kami langsung berinisiatif melakukan penambahan pipa air, karena pipa induk yang tersedia sebelumnya tidak menjangkau Posko yang didirikan Pemerintah Desa,” ungkapnya.

Saipul melanjutkan, sebelumnya kami telah mengukur panjang pipa agar dapat menjangkau Posko Covid-19 Desa dari pipa induk yang telah ada, dengan panjang sekitar 250 meter.

“Setelah diukur dan pipa telah tersedia, ba’da Maghrib setelah berbuka 6 orang anggota langsung turun untuk melakukan pemasangan dan penyambungan pipa dibantu oleh para pemuda relawan Covid-19 Desa Kuo,” lanjut Pria 34 tahun tersebut.

Saat ini, ia mengungkapkan pipa telah menjangkau wilayah Posko dan air bersih sudah dapat digunakan oleh warga yang melintas.

“Semoga kegiatan ini dapat bermanfaat bagi Masyarakat dan juga dapat membantu memutus penyebaran mata rantai Covid-19 khususnya untuk wilayah Desa Kuo, karena dengan rajin mencuci tangan dengan sabun maka virus dan bakteri akan mati dan tidak menyebar,” tutup lulusan AKPER Fatimah itu.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *