HMI Desak Robohkan Bangunan Yang Membahayakan Warga

  • Whatsapp

Mamuju – Puluhan kader Himpunan Mahasiswa Islam Cabang Manakarra Geruduk kantor DPRD Kabupaten Mamuju, Kamis 25/02/2021.

Kedatangan mereka di DPRD Mamuju membawa aspirasi masyarakat yang ada di dalam Kota Mamuju terkait penertiban gedung saran walet yang belum di robohkan pasca gempa bumi 6,2 Magnitudo.

Read More

Saat dihubungi Widodo ketua HMI Komisariat Hukum Unika Mamuju selaku koordinator lapangan mengatakan kedatangan mereka terkait gedung yang dianggapnya tidak layak di gunakan namun belum di robohkan dan itu menganggu masyarakat.

“Mengenai persoalan bangunan yang sudah tidak layak untuk di pertahankan namun tidak di robohkan khususnya bangunan walet yang ada di dalam Kota salah satunya di jalan tuna di depan perumahan rever said sangat membahayakan warga yang berdampingan gedung walet tersebut.

Lanjutnya, Kami HmI Komisariat Se-Unika raya di Surati warga untuk mengawal persoalan tersebut dan meminta pihak DPRD dan PUPR untuk menindak lanjuti secepatnya persoalan bangunan yang mengancam nyawa masyarakat.

“Karna kami lihat kondisi bangunan yang memang ada beberapa titik bangunan yang ada di Mamuju sehabis di guncang gempa berskala 6,2 SR sehingga beberapa bangunan tersebut harus di robohkan karena ini mengancam nyawa masyarakat.

Selain itu, pihak HMI juga menekankan kepada pihak Matos dan Maleo hotel untuk memperhatikan bangunannya karena mengalami keretakan yang sangat besar.

“Dimana kita ketahui Mall dan Maleo itu tempat umum dan tempatnya orang beraktivitas jangan sampai bangunan tersebut hanya di tempel – tempel saja tentu ini sangat miris karena kami anggap mereka hanya mementingkan kepentingannya saja tidak mementingkan keselamatan orang lain,” Ungkap Widodo.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *