Sejak Jadi Relawan Rasa Trauma Menghilang

  • Whatsapp
Keterangan Photo : Asruddin Staf ahli H. Arwan Aras Anggota DPR RI

Mamuju – “Urusan sosial bagi saya adalah yang utama, ketika kita bisa bermanfaat untuk orang lain maka sakit kita sendiripun tak akan terasa,” Mamuju, Rabu 24 Februari 2021.

Begitulah penggalan kalimat yang sempat terucap darinya. Waktu itu mungkin secara kebetulan saya tak sengaja melintas dihadapnya lalu mendengarnya secara samar – samar ucapanya.

Read More

Ternyata itu adalah suara salah satu rekan saya, yang rela meninggalkan anak dan istri demi misi kemanusiaan akibat bencana gempa bumi 6,2 Magnitudo yang memporak porandakan Mamuju dan Majene pada 15 Januari 2021.

Lalu malam itu kami habiskan waktu bercerita tentang pengalaman saat musibah gempa sembari menikmati segelas kopi dihadapan kami sembari saya melihat jam digital di handphone saya tak terasa waktu sudah menunjukkan pukul 02:19 Wita.

Namanya Asruddin, dia adalah seorang sarjana Ilmu politik, saat ini berprofesi sebagi staf Anggota DPR RI H. Arwan Aras di senayan sekaligus Sekretaris Baguna PDIP Sulawesi Barat. Dia juga mantan pendemo sewaktu masih jadi aktivis Himpunan Mahasiswa Islam Cabang Manakarra.

Sehari pasca gempa iapun aktif mengomando relawan Baguna PDIP Sulbar atas perintah punggawanya. Dari pelosok satu ke pelosok lainya semua dilibas untuk menyisir tenda – tenda pengungsi kadang membawa logistik berupa konsumsi, maupun perlengkapan lainya berupa terpal, tikar, selimut hingga pemeriksaan kesehatan gratis kepada para pengungsi ia bergerak bersama tim medis yang didatangkan langsung dari jakarta yang merupakan tim medis DPP BAGUNA PDIP.

Pria kelahiran Bambaloka Kelurahan Baras, ini yang akrab di sapa “Carli” gelar yang disematkan seniornya untuk Asruddin lantaran semasa mengikuti Basic Training di HMI ia gemar menggunakan jaket hitam dan topi bak Vocalis ST12 Charly van Houten.

Carli sejak duduk di bangku Sekolah Menengah Atas hingga Universitas dirinya memang gemar terlibat di aksi aksi soial.

Hingga saat sebulan lebih pasca gempa Sulbar mantan Sekretaris Umum HmI Cabang Manakarra itu, masih aktif mengabdikan dirinya menjadi relawan bersama Badan Penanggulangan Bencana (BAGUNA) PDI Perjuangan di bawah pimpinan H. Arwan Aras.

Naik turun gunung memikul beras dan logistik lainya demi menyisir tenda – tenda pengunsi sudah menjadi hal biasa baginya.

Keterangan Gambar : Asruddin Bersama relawan Baguna Sulbar menyisir tenda tenda pengunsi masyarakat.

Jadi Relawan Salah Satu Cara Hilangkan Trauma.

Secara dampak gempa bumi tersebut, hampir semua penduduk Mamuju di wilayah perkotaan Mamuju, Simboro, Tapalang, Tapalang Barat hingga Malunda telah merasakan dampaknya. Baik dampak materil maupun psikologi bahkan bisa jadi keduanya.

Sama halnya dengan senior saya ini, secara psikologi betul – betul merasakan dampak goyangan hempak gempa 6,2. Namun ia berinisiatif untuk menjadi relawan selain untuk pengabdian sekaligus menghilangkan traumatis tersebut.

“Saya sendiri juga secara pribadi adalah korban yang terdampak secara psikis karena saya memang merasakan sendiri guncangan gempa yang keras itu tapi dengan menjadi relawan trauma saya secara perlahan berkurang bahkan saat ini sudah hilang,” Ucapnya sembari kami tertawa.

Secara perlahan trauma kiang menghilang beransur ansur dengan melihat kondisi canda tawa bercampur duka saudara – saudara kita yang ada di tenda – tenda pengungsian bagi saya ini adalah terapi yang mujarab untuk saya.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *