Ketua HMI Pertanyakan Pengalihan Dana Bansos Menjadi Sembako

Mamuju – Ketua Umum HmI Cabang Manakarra pertanyakan Kejelasan Dana Bansos Rp 10.000/Hari yang dialihkan Dalam Bentuk Sembako

Gempa Bumi yang kekuatan 6,2 Magnitudo mengguncang Kabupaten Mamuju dan Majene sehingga mengakibatkan kurang lebih 100 orang korban meninggal, 3 orang diduga hilang, ribuan orang mengalami luka berat dan ringan

Read More

Adanya Bantuan sosial yang diperuntukkan kepada masyarakat senilai Rp.10.000/Hari diperuntukkan kepada para Korban yang terdampak musibah Gempa Mamuju dan Majene akan di alihkan dalam bentuk Sembako

Sopliadi ketua umum HmI Cabang Manakarra menilai bahwa pengalihan bantuan tersebut kurang tepat saat ini, pasalnya jumlah pengungsi dengan Jumlah sembako yang begitu banyak namun masih ada beberapa instansi belum menyalurkan secara maksimal sehingga diduga banyak menumpuk di gudang – gudang tempat penyimpangan sembako oleh Pemerintah.

Selain itu, Sopliadi mempertanyakan apa dasar Pemerintah mengalihkan dana tersebut diubah dalam bentuk Sembako sementara dalam pengisian Form data Base itu tertera bahwa akan diterima dalam bentuk uang/Orang.

Mantan ketua IPM Mateng ini menyampaikan bahwa seharusnya Pemerintah saat ini mengkaji kondisi sosial masyarakat yang berdampak musibah Gempa Bumi saat ini tidak semua masyarakat membutuhkan sembako contoh kongkrit kebutuhan masyarakat.

“Saat ini lebih kepada tempat tinggal sehingga beragam kompleks kebutuhan mereka dilapangan adanya bantuan uang tunai tersebut sangat membantu masyarakat untuk membeli kebutuhan dasar untuk keberlangsungan hidup mereka,” Tutupnya.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *